Tahun 2018 Antibiotics Growth Promoters (AGP) Dilarang

Tahun 2018 Antibiotics Growth Promoters (AGP) Dilarang

Di dunia peternakan ayam, Antibiotics Growth Promotor (AGP) telah lama digunakan karena terbukti dapat mempercepat pertumbuhan ayam broiler, sehingga waktu pemeliharaan relatif singkat, kualitas karkas lebih baik, dan dapat menurunkan FCR (Feed Convertion Ratio). Sementara pada ayam jenis layer, AGP dipercaya dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas telur serta meningkatkan ketahanan terhadap serangan penyakit sehingga biaya pengobatan bisa ditekan.
AGP merupakan antibiotik yang dicampur pada pakan ayam broiler maupun layer dengan konsentrasi yang rendah. Tujuannya untuk memacu pertumbuhan, meningkatkan performa produksi, dan meningkatkan efisiensi pakan ternak.

BAGAIMANA AGP BEKERJA
Dalam saluran pencernaan ayam, bakteri patogen (bakteri penyebab penyakit) mencuri nutrisi pakan untuk hidup dan memperbanyak diri. Hal ini menyebabkan nutrisi pakan untuk ayam berkurang dan performa ayam menurun. Adanya AGP pada pakan menyebabkan jumlah bakteri patogen dapat ditekan dan nutrisi dari pakan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan hidup dan produktifitas ayam. Dengan begitu penggunaan pakan menjadi lebih efisien dan performa ayam dapat optimal.

EFEK SAMPING PADA MANUSIA
Penggunaan AGP pada pakan ayam yang diberikan secara terus-menerus dan dalam waktu yang lama menimbulkan penumpukan residu antibiotik pada organ, daging dan telur ayam. Apabila produk asal ternak tersebut dikonsumsi oleh manusia, maka bakteri yang ada dalam tubuh manusia akan mengalami resistensi (kebal). Adanya resistensi antibiotik bakteri pada ayam dan manusia diduga dapat menyebabkan kegagalan pengobatan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Hal ini diperkuat dari beberapa laporan mengenai penurunan kinerja antibiotik pada manusia sehingga WHO (World Health Organization-Organisasi Kesehatan Dunia) dan Codex Alimentarius (Badan Pangan Dunia) melarang penggunaan AGP pada produk hewan. Oleh sebab itu, peraturan mengenai pelarangan AGP sudah diterapkan hampir di semua negara, terutama di benua Eropa dan Amerika.

Berdasarkan hal tersebut, mulai 1 Januari 2018, pemerintah Republik Indonesia melarang penggunaan AGP, yang tertuang pada Undang-Undang Pasal 22 Ayat (4) C, bahwa “Setiap orang dilarang menggunakan pakan yang dicampur hormon tertentu dan/atau antibiotik imbuhan pakan”. Sementara itu penggunaan antibiotik dan antikoksi melalui air minum dengan tujuan pengobatan masih diperbolehkan dengan pengawasan dokter hewan. Pelarangan AGP dan antikoksi pada pakan ayam akan diawasi oleh pemerintah, apabila ada pelanggaran terhadap peraturan tersebut maka pemerintah akan menindak tegas pelaku pelanggaran.

Customer Care Division
PT. Dinamika Megatama Citra